Cara Membuat Pendapat Anda Didengar
Iklan
1
Coba evaluasi situasi yang ada. Tidak peduli siapa
yang Anda sedang ajak diskusi, menyampaikan pendapat membutuhkan taktik
dan teknik yang berbeda, tergantung dari situasi yang ada. Coba untuk
evaluasi siapa yang sedang Anda ajak diskusi dan bagaimana mereka
mendang diri Anda sebelum memutuskan taktik apa yang sebaiknya
digunakan.
- Jika Anda mencoba untuk menyampaikan pendapat kepada sosok yang berpengaruh seperti orangtua, atasan, atau sosok lain yang lebih berkuasa daripada Anda, sebaiknya Anda menekankan bagaimana pendapat Anda akan membuat situasi menjadi semakin baik bagi semua pihak. Bagaimana keluarga, perusahaan atau kelompok Anda bisa mendapatkan keuntungan dari apa yang Anda ajukan?
- Jika Anda berusaha membuat seorang anak atau pegawai Anda memahami pendapat yang coba Anda sampaikan, sebaiknya Anda menjelaskannya secara detail dan coba lakukan hal ini tanpa kesan merendahkan. Bahkan jika Anda sedang "memberi pelajaran", coba untuk tidak merendahkan orang yang Anda ajak bicara supaya pendapat Anda dapat disampaikan dengan lebih baik. Jangan pernah katakan "karena itu kata saya."
- Jika Anda mencoba untuk menyampaikan pendapat kepada seorang mitra, pasangan, atau seorang teman dekat, seseorang yang kedudukannya sejajar, sebaiknya Anda menekankan bahwa Anda sejajar dan berbicara dengan jelas. Jangan berbelit-belit. Jika Anda berbicara dengan seseorang yang mengenal Anda secara intim, hindari basa-basi yang biasa digunakan untuk berbicara kepada atasan.
2
Sampaikan pendapat dengan produktif. Sebaiknya Anda
menyampaikan pendapat untuk memecahkan masalah, bukan "memenangkan
perdebatan". Jika Anda ingin membuat pendapat Anda dipahami, pastikan
pendapat tersebut perlu didengar demi kepentingan orang yang
mendengarnya, atau kepentingan kelompok, bukan hanya karena Anda ingin
pendapat itu didengar begitu saja. Lebih mudah untuk menyampaikan
pendapat yang memang penting dan produktif untuk didengar oleh orang
lain. Pendapat Anda seharusnya membantu orang lain, bukannya menghambat
mereka.
- Untuk bisa mengetahui apakah pendapat Anda itu produktif atau tidak, bayangkan orang lain menyampaikan pendapat atau ide yang sama kepada Anda. Bagaimana tanggapan Anda? Apakah menguntungkan Anda?
- Seorang atasan bisa saja berkata, "Biaya kita terlalu tinggi, jadi jam kerja kalian harus dikurangi. Maaf." Dia sudah menyampaikan apa yang harus disampaikannya, tetapi hal tersebut tidak produktif. Alih-alih, coba katakan sesuatu seperti ini: "Kita benar-benar kesulitan dalam hal biaya. Agar kalian semua dapat terus bekerja dengan baik sebagai satu tim seperti biasanya, sayangnya kita harus sedikit mengurangi sedikit jam kerja kalian."
3
Sampaikan alasan yang valid. Bagian paling penting
dalam menyampaikan pendapat Anda adalah mencari tahu apa persisnya yang
harus disampaikan dan kenapa hal tersebut valid. Pendapat yang memang
terbukti benar memiliki alasan yang baik di baliknya. Walaupun hal
tersebut merupakan kenyataan yang tidak menyenangkan dan beberapa orang
tidak akan senang mendengarnya, Anda bisa merasa yakin bahwa hal ini
merupakan kenyataan yang harus disampaikan.
- Sudah jelas merupakan hal yang penting bagi anak Anda belajar dengan giat di sekolah. Tetapi kenapa? Lebih mudah untuk membuat anak Anda belajar lebih giat jika Anda menekankan bagaimana dia akan merasa lebih bahagia jika mendapatkan nilai yang lebih bagus dan bisa lebih menikmati sekolah, alih-alih berkata "karena itu kata Ibu/Ayah" atau "karena temanmu Jimmy belajar dengan giat."
- Sampaikan fakta tanpa basa-basi dengan sesimpel mungkin. Katakan kepada anak Anda bahwa belajar itu penting dalam masa muda mereka, begitu juga dengan belajar untuk mengurus diri sendiri. Anda tidak akan selalu ada untuk membantu mereka, dan penting bagi anak-anak untuk belajar sebanyak mungkin sehingga dapat tumbuh dengan baik.
Komentar
Posting Komentar